• Minggu, 29 Januari 2023

Sebut 'Perang Bintang' Polri Tidak Ada, Politisi Gerindra: Tito dan Idham Sumber Masalah di Polri

- Rabu, 9 November 2022 | 15:00 WIB
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa  (Instagram @desmondjunaidimahesa)
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa (Instagram @desmondjunaidimahesa)

Watyutink.com - Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyebut 2 mantan Kapolri sebagai sumber masalah di institusi Kepolisian. Keduanya adalah Jenderal (Purn) Idham Aziz dan Jenderal (Purn) Tito Karnavian. Nama terakhir kini menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Saat berbicara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu 9 November 2022, Desmond mula-mula menyoroti ketidakhadiran Idham dan Tito saat sejumlah mantan Kapolri bertemu dengan Kapolri saat ini Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Desmond mempertanyakan mengapa 2 mantan pucuk pimpinan Polri itu tidak hadir.

"Kalau kita baca, kenapa para kapolri, para mantan kapolri tidak ada yang, tidak ngajak dua mantan kapolri lain? Berarti kan sudah jelas dong, dua (mantan) kapolri yang tidak ikut itu adalah sumber masalahnya," kata Desmond.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini pun menelusuri jejak mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat itu diketahui adalah pula mantan Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri.

Desmond menerangkan saat ini Satgassus Polri sudah dibubarkan. Desmond menilai keberadaan Satgassus telah menimbulkan masalah di internal Polri. Itulah sebabnya politisi asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini menyoroti mantan Kapolri yang berperan dalam pembentukan Satgassus.

Satuan khusus tersebut diketahui lahir pada 2016. Saat itu yang menjabat sebagai Kapolri adalah Jenderal Tito Karnavian. Satgassus dibentuk guna menangani berbagai perkara besar lintas direktorat di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Mayoritas kasus yang ditangani ketika itu adalah penyelundupan sabu jaringan internasional.

Kapolri selanjutnya, Jenderal Idham Aziz pun mempertahankan keberadaan Satgassus. Hingga akhirnya pada Kamis 11 Agustus 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membubarkan Satgassus. Melalui Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Kapolri mengatakan alasan pembubaran Satgassus adalah pertimbangan kinerja dan efektifitas organisasi Polri.

Namun berbagai pihak meyakini pembubaran Satgassus adalah imbas dari kasus pembunuhan Brigadir Yoshua yang menjerat Irjen Ferdy Sambo.

Mantan Kapolri Jenderal Idham Aziz dan Jenderal Tito Karnavian

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X