• Minggu, 29 Januari 2023

Sebut Desakan Minta Maaf kepada Bung Karno Mengada-ada, Politisi Gerindra: Itu Maunya Megawati

- Kamis, 10 November 2022 | 10:30 WIB
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa  (Instagram @desmondjunaidimahesa)
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa (Instagram @desmondjunaidimahesa)

Watyutink.com - Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa turut mengomentari desakan PDIP agar pemerintah meminta maaf kepada Soekarno dan keluarganya. Desmond menilai permintaan itu mengada-ada. Bahkan Desmond menyebut permintaan itu lucu lantaran tudingan terhadap Presiden RI Pertama yang biasa disapa Bung Karno itu bukan terjadi di saat ini.

Saat bebicara di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 9 November 2022 Desmond menerangkan tudingan kepada Bung Karno terjadi di eranya Bung Karno sendiri dan bukan di saat sekarang. Itulah sebabnya jika tuntutan permintaan maaf dilakukan oleh pemerintahan sekarang, Desmond menyebutnya mengada-ada.

"Pertanyaannya sekarang pemerintahan siapa? Pemerintahan Soekarno kan? Kalau Soekarno direhabilitasi itu namanya mengada-ada kan. Habis itu negara disuruh minta maaf sama Soekarno? Dari mereka untuk mereka," ujar Desmond.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menyatakan pemerintah harus meminta maaf jika rehabilitasi Soekarno ini dilakukan oleh rezim saat ini. Jika pemerintah tetap meminta maaf kepada Bung Karno dan keluarganya, artinya menurut Desmond, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya melaksanakan keinginan Megawati Soekarnoputri.

"(Pemerintah minta maaf) kalau yang melakukan rehabilitasi itu pemerintahannya, bukan pemerintah rezim Soekarno. Jadi (kalau negara minta maaf) melaksanakan maunya Megawati, habis itu negara minta maaf lagi sama Soekarno," ujar Desmond.

Mantan aktivitas 1998 ini menuturkan hal itu semakin menunjukkan bahwa Ketua Umum PDIP itu adalah pengendali sebenarnya rezim saat ini yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

"Nah, urusan PKI urusan lain bagi saya. Masa kita harus minta maaf. Negara minta maaf kepada yang lucu-lucuan kayak gini, jadi enggak lucu gitu," tutur Desmond.

Sebelumnya Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mendesak pemerintah meminta maaf kepada Soekarno dan keluarganya. Pemerintah maaf tersebut seiring dengan dicabutnya Ketetapan (Tap) MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang peristiwa G30S PKI.

Saat berbicara di Bandung, Jawa Barat, Selasa 8 November 2022, Basarah mengatakan pemerintah melalui Presiden Jokowi harus meminta maaf atas perlakuan tidak adil yang diterima Soekarno atau Bung Karno di akhir hayatnya. Permintaan maaf juga disampaikan karena Bung Karno pernah dituduh tidak setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X