• Minggu, 29 Januari 2023

Sebut Desakan Minta Maaf ke Soekarno Lucu, Politisi Gerindra Digruduk Massa PDIP

- Jumat, 11 November 2022 | 17:00 WIB
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa  (Instagram @desmondjunaidimahesa)
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa (Instagram @desmondjunaidimahesa)

Watyutink.com - Puluhan massa yang mengaku kader PDIP menggruduk politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa. Peristiwa tersebut terjadi saat Desmond makan siang di Rumah Makan Satu, Setu, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis 10 November 2022 usai menghadiri kegiatan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.

Puluhan massa PDIP menuntut Desmond meminta maaf terkait pernyataannya soal Soekarno. Massa meneriaki Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini dengan sebutan 'provokator.' Massa terus berteriak saat Desmond menemui mereka dengan dikawal aparat kepolisian.

"Desmond provokator," teriak massa melihat Desmond.

Aksi puluhan massa ini dipimpin oleh Ketua DPC PDIP Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. Selain itu turut pula sejumlah anggota Fraksi PDIP DPRD Purworejo dan DPRD Jawa Tengah. Dalam orasinya, Dion menilai diksi yang digunakan Desmond, seperti  "kentut" dan "lucu-lucuan" telah menghina Soekarno.

"Yang menyatakan ini (permintaan PDI-P) hanya lucu-lucuan dan permintaan maaf terhadap Bung Karno dan keluarganya ini hanya lucu-lucuan, ini pernyataan yang sangat menghina bagi kami semua," ujar Ketua DPRD Kabupaten Purworejo ini.

Lantaran terus-terusan mendapat tekanan, Ketua DPP Partai Gerindra itu akhirnya  menyampaikan permintaan maaf. Desmond menegaskan dirinya sangat menghormati Soekarno atau Bung Karno.

"Saya minta maaf atas tidak berkenannya statemen saya," kata Desmond.

Sebelumnya, Desmond menilai permintaan itu mengada-ada. Bahkan Desmond menyebut permintaan itu lucu lantaran tudingan terhadap Presiden RI Pertama yang biasa disapa Bung Karno itu bukan terjadi di saat ini.

Saat bebicara di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 9 November 2022 Desmond menerangkan tudingan kepada ayahanda Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu terjadi di eranya sendiri dan bukan di saat sekarang. Itulah sebabnya jika tuntutan permintaan maaf dilakukan oleh pemerintahan sekarang, Desmond menyebutnya mengada-ada.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X