• Rabu, 30 November 2022

Ganjar Diprediksi Terima Tawaran Jadi Capres Partai Lain, Pengamat: Sebaiknya Tetap di PDIP

- Senin, 21 November 2022 | 13:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah yang juga politisi PDIP Ganjar Pranowo  (Instagram @sahabat_ganjarpranowo)
Gubernur Jawa Tengah yang juga politisi PDIP Ganjar Pranowo (Instagram @sahabat_ganjarpranowo)

Watyutink.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diprediksi bakal menerima tawaran menjadi Calon Presiden (Capres) dari partai lain. Hal ini bisa terjadi jika partai tempat Ganjar bernaung, PDIP tidak mengusungnya menjadi Capres untuk berlaga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Prediksi tersebut disampaikan pengamat politik Saiful Mujani saat memberikan keterangan, Sabtu 19 November 2022. Saiful mengatakan pihaknya telah melakukan survei soal kemungkinan Ganjar maju sebagai Capres dari partai lain. Saiful menyebut Partai Golkar akan mengalami peningkatan suara dalam jumlah signifikan jika mengusung Ganjar.

Saiful menerangkan pada tanggal 3 Oktober 2022 hingga 9 Oktober 2022 SMRC telah mengadakan survei. Hasilnya elektabilitas Golkar naik dari 11 persen menjadi 17 persen apabila mencalonkan Ganjar sebagai capres 2024.

Sebaliknya, elektabilitas PDIP diperkirakan turun jika Ganjar dicalonkan oleh Golkar. Hal ini karena suara pendukung Ganjar yang semula diberikan kepada PDIP akan berpindah ke partai beringin itu.

Meski demikian, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini menyarankan Ganjar tetap menjadi kader PDIP. Saiful menuturkan Ganjar sebaiknya pindah partai hanya untuk mengejar ambisi menjadi Capres. Pasalnya publik bisa menilai Ganjar sebagai politisi yang tidak mempunyai etika dalam berpolitik.

Saiful mengingatkan Ganjar telah membangun karir politik bersama PDIP sejak lama. Sehingga muncul kesan Ganjar tidak bisa dipisahkan dari partai dengan logo Banteng Moncong Putih. Itulah sebabnya sikal terbaik yang bisa diambil Ganjar adalah menunggu keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ganjar ini orang terbuka kemungkinan kan begitu, apalagi kalau ada yang memberikan penjelasan-penjelasan yang meyakinkan, bisa saja Ganjar tidak maju dari partai PDIP,” kata Saiful.

Kalaupun ada partai lain yang membujuk atau memberikan penawaran menjadi Capres, Saiful menyarankan Ganjar menolaknya. Sikap ini juga dalam rangka pendidikan politik bagi pihak lain.

“Dalam rangka pendidikan politik kita, harusnya itu tidak baik itu. Harusnya itu tidak dilakukan karena harusnya orang yang sudah berkarir di partai politik begitu panjang, harus konsisten ada di situ,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X