• Rabu, 30 November 2022

Politisi Golkar Prediksi Jokowi Lakukan 2 Kali Pergantian Panglima TNI Hingga 2024

- Selasa, 22 November 2022 | 13:00 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa  (Instagram @jenderal_andika)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Instagram @jenderal_andika)

Watyutink.com - Pembicaraan seputar rencana pergantian Panglima TNI terus mengemuka. Hal ini tak lepas dari kian dekatnya masa pensiun Panglima TNI saat ini Jenderal Andika Perkasa pada 31 Desember 2022. Pembicaraan makin hangat lantaran hingga kini belum ada tanda-tanda siapa yang bakal menerima tongkat komando tertinggi Tentara Nasional Indonesia.

Politisi Partai Golkar Bobby Adhityo mempunyai prediksi menarik. Menurutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi bakal melakukan 2 kali pergantian Panglima TNI hingga masa jabatannya berakhir pada 2024. Diperkirakan Jokowi akan menunjuk Panglima TNI dari matra Laut dan selanjutnya digantikan matra Udara.

“Di sisa periode Pak Jokowi sampai Oktober 2024 ini sepertinya masih ada dua kali pergantian Panglima TNI. Sepertinya pasti ingin dicatat bergatian seluruh matra,” kata Bobby

Saat berbicara Senin 21 November 2022, anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan sesuai Undang-Undang (UU) TNI pasal 13 ayat 4, Panglima dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Saat ini terdapat 3 perwira tinggi yang masuk dalam persyaratan tersebut, yakni Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo.

Sesuai kebiasaan yang berlaku Panglima TNI dijabat secara bergantian dari ketiga matra. Sehingga jika Panglima TNI saat ini berasal dari matra Darat, kemungkinan besar selanjutnya berasal dari Laut atau Udara. Itulah sebabnya peluang terbesar saat ini adalah Laksamana Yudo dan Marsekal Fajar.

Meskipun peluang Jenderal Dudung tetap terbuka lantaran Panglima TNI dijabat secara bergantian menurut Bobby bukanlah keharusan. Bobby menyebut pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan jika nantinya Panglima TNI kembali berasal dari matra Darat.

“Tidak terlalu masalah siapa pun. Karena walaupun ada di UU TNI, tapi bukan suatu keharusan yang bila tidak dilakukan ada sanksinya,” ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono (Instagram @yudo_margono88)

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X