• Selasa, 31 Januari 2023

Politisi Golkar Prediksi Jokowi Lakukan 2 Kali Pergantian Panglima TNI Hingga 2024

- Selasa, 22 November 2022 | 13:00 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa  (Instagram @jenderal_andika)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Instagram @jenderal_andika)

Anggota Komisi I DPR RI yang lain, Dave Akbarshah Fikarno memberikan komentar serupa. Pria yang biasa disapa Dave Laksono ini memperkirakan hingga 2024 akan ada 2 kali pergantian Panglima TNI. Namun Dave menyebut keputusan soal pergantian Panglima TNI berada di tangan Presiden Jokowi.

"Semua tergantung Presiden. Kalau dilihat fakta ini, kondisi ini, sangat mungkin akan ada dua kali pergantian,” ujar Dave.

Saat berbicara Senin 21 November 2022, putra politisi senior Partai Golkar Agung Laksono ini menuturkan keuntungan terbesar adalah jika Panglima TNI dijabat oleh Marsekal Fajar Prasetyo. Pasalnya Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu kelahiran tahun 1966. Sehingga Marsekal Fajar bisa menjabat hingga 2024 atau bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi.

Sedangkan Laksamana Yudo dan Jenderal Dudung, keduanya kelahiran tahun 1965 dan pensiun pada 2023.

“Kalau bicara paling lama, Pak Fadjar yang masih bisa sampai April 2024. Tapi ya kembali lagi semua tergantung Presiden. Karena kalau yang dipilih AL atau AD kan sebelum 2024 sudah habis masa dinasnya,” kata politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak memperpanjang masa jabatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Pasalnya tidak ada aturan yang mengatur soal perpanjangan masa jabatan panglima TNI. Hasanuddin menyebut perpanjangan masa dinas bisa dilakukan jika seorang prajurit mempunyai pengetahuan atau keahlian khusus.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fajar Prasetyo (Dok. TNI AU)

“Kecuali adalah mereka yang memiliki pengetahuan spesialis, misalnya dokter spesialis jantung senior, begitu, atau barangkali ahli mesin, dan itu pun juga perwira-perwira pertama saja,“ kata Hasanuddin.

Saat berbicara di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 16 November 2022, politisi PDIP ini pun meminta Presiden Jokowi segara mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait calon Panglima TNI selambatya pada pekan ini. Diharapkan setelah menerima Surpres Komisi I DPR bisa melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pekan depan.

Berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang tentang TNI, DPR harus sudah mengirimkan kembali nama calon Panglima TNI yang baru selambanya 20 hari sebelum masa reses. Idealnya menurut Hasanuddin Komisi I DPR melakukan fit and proper test terhadap calon panglima TNI sebelum 24 November 2022.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X