• Minggu, 4 Desember 2022

KPK Buka Kembali Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Bakal Terseret

- Rabu, 23 November 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi Gedung Merah Putih KPK
Ilustrasi Gedung Merah Putih KPK

"Ya kita lihat, apakah perbuatannya ini terindikasi korupsi atau tidak? Kalau tidak ya kita katakan tidak, kalau iya kita tingkatkan, sehingga ada kepastian hukum dan ada keadilan, sebagaimana tujuan hukumnya," kata Johanis.

Sebagai informasi, kasus korupsi 'kardus durian' berawal saat penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 2 pejabat Kemnakertrans pada Agustus 2011.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak

Kedua pejabat itu adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KT), I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemnakertrans, Dadong Irbarelawan.

Selanjutnya penyidik KPK juga menangkap kuasa direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati. Dalam penangkapan itu penyidik menemukan barang bukti berupa uang Rp1,5 miliar yang terbungkus dalam kardus durian.

Penyidik mengungkap uang tersebut rencananya diserahkan ke Kantor Kemnakertrans sebagai imbal balik setelahb PT Alam Jaya Papua terpilih sebagai kontraktor Dana Percepatan Infrastruktur Daerah (DPPID) di Kabupaten Keerom, Teluk Wondama, Manokwari, dan Mimika, Papua.

Sejumlah informasi menyebutkan uang Rp1,5 miliar tersebut rencananya diberikan Menakertrans Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Namun dalam setiap kesempatan Cak Imin selalu membantah tuduhan tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X