• Rabu, 30 November 2022

Atasi Pembengkakan Dana, Pemerintah Kucurkan Rp3,2 T untuk Proyek Kereta Cepat

- Kamis, 24 November 2022 | 14:30 WIB
DPR menyetujui pemerintah kucurkan dana Rp3,2 triliun untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung  (Instagram @keretacepat_id)
DPR menyetujui pemerintah kucurkan dana Rp3,2 triliun untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Instagram @keretacepat_id)

Watyutink.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung KCJB resmi bakal mendapat tambahan dana dari pemerintah sebesar Rp3,2 triliun. Kepastian tersebut setelah Komisi VI DPR menyetujui penyertaan modal negara (PMN) Rp3,2 triliun untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dana tersebut selanjutnya digunakan melanjutkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan dana sebesar Rp3,2 triliun diambilkan dari cadangan investasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Saat mengikuti rapat dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rabu 23 November 2022 Aria menyebut kucuran dana PNM dalam upaya mengatasi pembengkakan biaya atau cost overrun proyek KCJB.

"Komisi VI DPR menyetujui tambahan penyertaan modal negara 2022 kepada PT KAI sebesar Rp3,2 triliun yang berasal dari cadangan investasi APBN 2022 dalam rangka pemenuhan permodalan porsi Indonesia atas cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung," ujar Aria.

Sementara itu Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pada kesempatan yang sama mengatakan proyek KCJB mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Pria yang biasa disapa Tiko itu menyebut pembengkakan biaya akan dipenuhi dengan skema 25 persen ekuitas dan 75 persen pinjaman.

Indonesia menurut Tiko harus memenuhi ekuitas cost overrun sebesar 217,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,29 triliun. Sedangkan 75 persen sisanya dipenuhi dari pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar Rp16,3 triliun.

"Porsi ekuitas Indonesia atas cost overrun proyek KCJB yaitu sebesar 217,5 juta dolar AS atau Rp3,29 triliun," kata Tiko.

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi yang juga hadir dalam rapat tersebut
mengatakan tiket KCJB akan dibandrol seharga Rp125.000 untuk jarak terdekat dan Rp250.000 untuk jarak terjauh.

Namun Dwiyana menyebut harga tersebut hanya akan berlaku selama 3 tahun pertama. Selanjutnya akan ada tarif baru yang akan ditentukan kemudian.

Dirut PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X