• Rabu, 30 November 2022

90 Persen Tambang Nikel Dikuasai China, Warganet: Pemerintah Hampir Sukses Jual Negara

- Jumat, 25 November 2022 | 09:00 WIB
Ilustrasi pertambangan nikel  (Pixabay )
Ilustrasi pertambangan nikel (Pixabay )

Watyutink.com - Pernyataan anggota Komisi VII DPR RI, Zulfikar Hamonangan tentang tambang nikel di Indonesia yang mayoritas dikuasai pengusaha asal China mendapat sorotan berbagai pihak. Banyak yang menyayangkan mengapa sumber daya alam Indonesia justru dikelola oleh pihak asing.

Lebih mencengangkan karena dari hasil mengeruk kekayaan bumi Indonesia, China mendapat keuntungan hingga Rp400 triliun per tahun. Sebuah jumlah yang fantastis yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu bahkan menyebut pemerintah sudah hampir berhasil menjual negara. Melalui cuitan di akun twitternya @msaid_didu, Rabu 24 November 2022, Said mengatakan dari Rp450 triliun hasil pertambangan nikel di tanah air, 90 persennya dibawa ke China.

Said menambahkan menurut ekonom Faisal Basri, negeri Tirai Bambu itu menikmati sekitar Rp400 triliun per tahun dari hasil pertambangan nikel di Indonesia.

"Mnrt @DPR_RI bhw ktr 90% nikel sdh dikuasai China dan mnrt @FaisalBasri bhw sktr 90% hasil nikel dinikmati oleh China artinya dari nilai nikel sktr Rp 450 t/thn, China menikmati sktr Rp 400 t," ujar Said Didu.

Di akhir cuitannya, salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menuliskan, program menjual negara sudah hampir tuntas.

"Artinya program "menjual" negara hampir tuntas," ujar Said mengakhiri cuitannya.

Warganet pun turut memberikan pendapat senada dengan Said Didu. Akun milik @Sa16987610San mengatakan Indonesia hanya mendapatkan dampak berupa kerusakan alam. Nanitnya setelah cadangan nikel habis hanya meninggalkan limbah sisa pertambangan.

"Indonesia dapat limbah dan kerusakan alam.serta deposit habis...bahan tambang TDK Terbarukan di keruk siang malem.liat dan turun kelapangan. Dampak dari penggalian tambang. Benar sekali kata said Didu," tulis akun tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X