• Rabu, 30 November 2022

Bantah Terima Uang Tambang Ilegal, Kabareskrim: Jangan-jangan Sambo dan Hendra yang Terima

- Jumat, 25 November 2022 | 13:15 WIB
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto bantah terima setoran dari tambang ilegal  (Instagram @agusandrianto.id)
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto bantah terima setoran dari tambang ilegal (Instagram @agusandrianto.id)

Watyutink.com - Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto akhirnya memberikan pernyataan soal isu telah menerima uang dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan. Agus menegaskan kabar berasal dari mantan anggota Polres Samarinda, Kalimantan Timur bernama Aiptu (Purn) Ismail Bolong itu tidak benar.

Saat memberikan keterangan Kamis 24 November 2022, Agus mengatakan kabar tersebut sengaja dilemparkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo dan mantan Karo Paminal Hendra Kurniawan. Tujuannya untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat yang melibatkan keduanya.

"Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar. Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," kata Agus.

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini tidak cukup bukti yang mendukung isu yang sengaja dihembuskan Hendra Kurniawan dan Ferdy Sambo. Pasalnya keterangan yang disampaikan Ismail Bolong tidak bisa dijadikan bukti kuat tentang keterlibatan dirinya dalam kasus tambang ilegal.

"Keterangan saja tidak cukup apalagi sudah diklarifikasi karena dipaksa," ujarnya.

Terlebih menurut Agus, dalam video selanjutnya Ismail Bolong telah memberikan klarifikasi. Isinya menyatakan video keterlibatan Kabareskrim dalam tambang ilegal dibuatnya karena mendapat tekanan atau intimidasi.

Agus balik mempertanyakan mengapa Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan tidak menindak nama-nama yang ada dalam 2 laporan hasil penyelidikan (LHP). Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah ini pun menduga jangan-jangan justru mereka berdua itulah yang menerima uang 'setoran'.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," tuding Agus.

Sebelumnya, usai menjalani sidang kasus pembunuhan Brigadir Yoshua, Ferdy Sambo membenarkan adanya surat LHP terkait kasus tambang batu bara ilegal yang diduga melibatkan Kabareskrim. Saat menjawab pertanyaan awak media, Ferdy Sambo menyebut LHP ditandatangani 7 April 2022.

"Kan ada itu suratnya, Ya sudah benar itu suratnya," ujar Ferdy Sambo.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X