• Minggu, 4 Desember 2022

Dukung Penggunaan Energi Bersih, Pemerintah Bakal Bagikan Rice Cooker Gratis ke Masyarakat

- Jumat, 25 November 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi penanak nasi listrik atau rice cooker
Ilustrasi penanak nasi listrik atau rice cooker

Watyutink.com - Pemerintah dikabarkan berencana membagikan penanak nasih listrik atau rice cooker kepada masyarakat secara cuma-cuma alias gratis. Program ini bertujuan untuk mendukung penggunaan energi bersih. Selain itu juga untuk meningkatkan konsumsi listrik per kapita dan penghematan biaya memasak bagi masyarakat.

Saat bebicara dalam acara Forum Diskusi Publik, Jumat 25 November 2022,  Subkoordinator Fasilitasi Hubungan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edy Pratiknyo mengatakan pemerintah tengah membahas rencana pembagian rice cooker kepada masyarakat.

"Ini baru pembahasan belum sampai di publish bantuan e-cooking atau penanak nasi listrik," kata Edy.

Dalam keterangannya, Edy menerangkan rice cooker yang akan dibagikan dalam program bantuan penanak nasi listrik (BPNL) sebanyak 680 ribu unit senilai Rp500.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran ke seluruh Indonesia akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM 2023.

Kelompok masyarakat yang bakal menerima bantuan rice cooker gratis berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos).BEdy menuturkan program BPNL dipilih lantaran penggunaan rice cooker tidak membutuhkan penambahan daya.

"Terkait bantuan program penanak nasi, di mana rencana sebanyak 680 ribu unit penanak nasi yang disalurkan ke masyarakat, yang KPM tadi, kelompok penerima manfaat. Tentunya acuannya ke data dari Kementerian Sosial," jelasnya.

Edy menerangkan menanak nasi sebanyak 2,4 kilogram per bulan menggunakan kompor gas Elpiji dibutuhkan biaya Rp16.800 per bulan.

Sedangkan menggunakan rice cooker hanya dibutuhkan biaya Rp10.396 per bulan. Pasalnya penggunaan penanak nasi listrik atau rice cooker hanya membutuhkan listrik 19,80 Kilowatt jam atau kWh. Artinya menurut Edy, masyarakat bisa menghemat Rp6.404 per bulan.

Manfaat lain dari pembagian 680 ribu rice cooker yang akan dilakukan pada 2023 adalah pemerintah bisa menghemat subsidi energi sebesar Rp52,2 miliar. Hal ini lantaran terjadi penurunan volume gas Elpiji sebesar 19,6 ribu ton yang artinya terjadi penghemataj devisa 26,88 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X