• Minggu, 29 Januari 2023

Jokowi Sebut Pilih Pemimpin Jangan Lihat Kinerja tapi Uban, Sinyal Dukungan ke Ganjar?

- Sabtu, 26 November 2022 | 16:00 WIB
Presiden Jokowi saat berpidato di acara Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu 26 November 2022.  (Twitter )
Presiden Jokowi saat berpidato di acara Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu 26 November 2022. (Twitter )

Watyutink.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan isyarat siapa sosok Calon Presiden (Capres) yang dipilihnya. Hl itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu 26 November 2022.

Dalam acara yang dihadiri ribuan relawan itu, Jokowi mengatakan kriteria pemimpin yang baik bukan dilihat dari kinerjanya. Melainkan dari wajahnya. Jokowi menyebut wajah seorang pemimpin yang baik akan terlihat banyak kerutan dan rambutnya beruban.

Itulah sebabnya Jokowi mengajak relawan untuk tidak memilih pemimpin yang wajahnya mulus, kinclong, atau ‘cling.’ Pasalnya wajah seperti itu menurut Jokowi patut diragukan apakah pemimpin itu memikirkan rakyat atau tidak.

“Jadi, pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilan. Dari kerutan di wajah. Kalau wajahnya cling, bersih, tidak ada kerutan di wajahnya, hati-hati,” kata Jokowi.

Sebaliknya, pemimpin yang memikirkan rakyat menurut Jokowi terlihat dari wajah yang banyak kerutan dan rambut yang putih karena dipenuhi uban. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berdalih wajah penuh kerutan dan rambut beruban menandakan pemimpin itu selalu memikirkan rakyat.

“Itu kelihatan dari penampilannya itu kelihatan banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat. Ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada. Ada itu,” kata Jokowi yang disambut para relawan.

Jokowi menuturkan Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari ratusan juta penduduk, ribuan pulau serta jutaan budaya yang hidup subur selama puluhan tahun.

“Kita ini macam-macam, beragam, berbeda semuanya. Suku, kita memiliki 714 suku yang berbeda-beda. Bahasa daerah kita memiliki lebih dari 1.300 yang berbeda-beda. Agama juga kita berbeda-beda. Oleh karena itu pemimpin itu harus menyadari keberagaman Indonesia,”tuturnya.

Mantan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah ini berpesan agar relawan memilih pemimpin yang mengerti keinginan rakyat. Kesalahan memilih menurutnya bisa berdampak pada masa depan Indonesia. Jokowi menambahkan jangan pemimpin yang hanya senang duduk di istana ber-AC. Namun pilihlah pemimpin yang tahu apa yang dirasakan rakyat.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X