• Minggu, 29 Januari 2023

Eks Ketua Umum PBNU Minta Pemerintah Aktif Sebarkan Islam Nusantara Cegah Gejolak Jelang Pemilu

- Senin, 28 November 2022 | 09:00 WIB
Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (nu.or.id)
Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (nu.or.id)

Watyutink.com - Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj berharap pemerintah turut menyebarkan konsep Islam Nusantara. Bahkan Said meminta pemerintah lebih agresif menyebarkannya jelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2024.

Saat berbicara di kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu 27 November 2022, Said memperingatkan jelang 2024 yang disebut sebagai Tahun Politik, potensi terjadinya gejolak dan turbulensi bakal semakin meningkat. Said pun meminta semua pihak selalu waspada, tidak lengah dan tidak mudah terprovokasi.

"Pemerintah harus lebih agresif mempromosikan dan menyebarkan spirit Islam Nusantara ke seluruh penjuru dunia," kata Said.

Ketua Dewan Pembina Islam Nusantara Foundation (INF) ini menjelaskan Islam Nusantara diadopsi dari tradisi lokal dan keanegakaragaman budaya. Hal itu menurut Said bisa menjadi modal sosial bagi Indonesia dalam pergaulan dunia.

Said yakin Islam Nusantara juga bisa di negara lain yang ingin membangun demokrasi dengan damai. Menurutnya Islam Nusantara akan mampu mendorong nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keberagaman yang ramah damai dan toleran dapat dilakukan secara simultan.

"Ke depan Islam Nusantara akan mampu menjadi ikon perdamaian dan pelopor humanitarianisme beragama serta kemajuan peradaban," ujarnya.

Said juga meminta semua pihak berhenti bicara tentang perbedaan agama, suku, ras, etnis, dan perbedaan lain dalam pemilu. Kepada para politisi, partai politik, dan penyelenggara pemilu, Komisaris Utama (Komut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini mengingatkan agar mengutamakan keselamatan dan keutuhan Bangsa dibanding kepentingan pragmatis lain. Said menuturkan, politik identitas telah menyebabkan bangsa ini terluka sejak Pilpres 2019.

"Enggak usah bicara perbedaan agama, ras, nanti ada Jawa, Sunda, Batak diungkit-ungkit lagi nanti," katanya.

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X