• Minggu, 29 Januari 2023

Minta Izin Tempur dengan Pihak yang Berseberangan, Relawan Jokowi Panen Hujatan

- Selasa, 29 November 2022 | 14:00 WIB
Kepala BP2MI Benny Ramdhani meminta izin kepada Jokowi untuk 'tempur' dengan pihak yang berseberangan  (Twitter )
Kepala BP2MI Benny Ramdhani meminta izin kepada Jokowi untuk 'tempur' dengan pihak yang berseberangan (Twitter )

Watyutink.com - Sebuah video berisi percakapan relawan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak viral dan menjadi perhatian publik. Pasalnya dalam video tersebut relawan pendukung Jokowi meminta izin untuk 'bertempur' dengan kelompok lain yang dinilai berseberangan dengan pemerintah.

Dalam video berdurasi 49 detik tersebut terlihat Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani tengah berdialog dengan Presiden Jokowi. Pertemuan itu ditengarai dilakukan ditengah acara 'Gerakan Nusantara Bersatu' di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu 26 November 2022.

Benny yang tampak didampingi beberapa panitia acara 'Gerakan Nusantara Bersatu', seperti Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Arsyad Rasyid dan Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf, menyampaikan tindakan yang harus dilakukan terhadap pihak lain. Benny menyebut pihak tersebut sebagai 'lawan.'

"Kita ini pemenang pak, Pilpres (Pemilu Presiden), kita ini besar, tapi serangan lawan ini masih terus," ujar Benny kepada Jokowi yang dalam video tersebut terlihat hanya menyimak.

Benny mengaku gemas atau geregetan. Itulah sebabnya Ketum Barikade 98 - salah satu kelompok relawan Jokowi - menyatakan siap tempur dengan lawan. Bahkan Benny menyebut secara jumlah kelompoknya lebih banyak ketimbang lawan.

"Kalau mau tempur lapangan kita lebih banyak. Kalau bapak enggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus," kata Benny.

"Penegakan hukum bagaimana?" balas Jokowi balik bertanya.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani

Wakil Ketua Umum Partai Hanura ini pun mencontohkan pihak-pihak yang selama ini mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, mengadu domba, menghasut, dan yang menyebarkan kebencian. Menurutnya semua bisa dijerat hukum.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X