• Selasa, 31 Januari 2023

Kasus Suap Eks Rektor Unila, Mendag Zulhas Diduga Titip Keponakannya Masuk Fakultas Kedokteran

- Kamis, 1 Desember 2022 | 13:00 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan  (Instagram @zul.hasan)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Instagram @zul.hasan)

Watyutink.com - Kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) mulai menyeret nama beberapa tokoh. Salah satunya adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Pria yang biasa disapa Zulhas ini disebutkan telah menitipkan keponakannya yang berinisial ZAG agar bisa masuk Fakultas Kedokteran Unila.

Saat menjadi saksi untuk tersangka Andi Desfiandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu 30 November 2022, mantan Rektor Unila Karomani mengatakan ZAG sebenarnya tidak bisa diterima karena pasing grade-nya 480. Sedangkan syarat masuk Fakultas Kedokteran Unila harus mempunyai passing grade 500.

"Zulkifli Hasan ikut menitipkan satu orang untuk diloloskan menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung," kata Karomani.

Zulhas menurut Karomani menitipkan keponakannya melalui Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Ary Meizari Alfian. Semula Karomani mengatakan kepada Ary, dirinya bisa membantu hanya jika passing grade di atas 500.

"Saya diberi tahu oleh Ary, 'ZAG ini keponakan Pak Zulkifli (Hasan), tolong dibantu'. Saya bilang asal sesuai SPI dan nilai passing grade-nya, passing grade 500 ke atas bisa dibantu," ujar Karomani.

Namun pada akhirnya ZAG bisa masuk Fakultas Kedokteran Unila setelah memberikan sejumlah uang yang disebut sebagai 'infak.' Karomani mengaku tidak tahu jumlah pasti 'infak' yang diberikan lantaran yang menerima adalah orang kepercayaannya yang bernama Mualimin.

Karomani juga menyatakan tidak tahu jika passing grade keponakan Zulhas ternyata di bawah standar. Profesor di bidang Ilmu Komunikasi ini berdalih baru mengetahuinya saat dilakukan penyidikan. Karomani memastikan jika mengetahui sebelumnya, keponakan Zulhas tidak akan diloloskan masuk Fakultas Kedokteran Unila.

"Nilai ZAG di bawah 500 baru saya tahu setelah penyidikan karena saya tidak cek satu-satu. Kalau saya tahu dari awal, pasti saya batalkan kelulusannya masuk Unila," kata Karomani.

Selain Karomani, dalam persidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan 2 saksi lain, yakni Helmi Setiawan dan Ary Meizari.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X