• Selasa, 31 Januari 2023

Pengungsi Korban Erupsi Gunung Semeru Tersebar di Sejumlah Titik

- Senin, 5 Desember 2022 | 07:08 WIB
Gunung Semeru naik status dari siaga menjadi awas karena erupsi. (Sarwani)
Gunung Semeru naik status dari siaga menjadi awas karena erupsi. (Sarwani)

Watyutink.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sedikitnya 1.979 jiwa mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Sebaran pengungsian berada di sejumlah tempat antara lain 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, dan 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip.

Ditambah lagi 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, dan 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro.

Beberapa pengungsi juga berada di SMPN 2 Pronojiwo, namun BNPB tidak merinci jumlah pengungsi di sana.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru mencapai 2.219 jiwa, tersebar di 12 titik pengungsian, seperti disampaikan dalam akun Instagramnya pada Minggu (4/12) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Saat ini setidaknya ada 12 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 2.219 jiwa [sedang proses pendataan],” ujar Khofifah di akun Instagram pribadinya, Ahad (4/12/2022).

Data berbeda disampaikan kata Sekretaris Kecamatan Candipuro Abdul Aziz. Ia mengungkapkan, lokasi pengungsian tersebar di 21 titik, di antaranya di balai desa dan fasilitas umum lain di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Berdasarkan pendataan kami tercatat ada 21 titik yang digunakan warga untuk mengungsi yakni sejumlah balai desa, masjid, lapangan, dan lembaga pendidikan yang tersebar di Kecamatan Candipuro," kata Abdul Aziz, Senin (5/12/2022).

Dia menyampaikan tak ada warga yang tinggal di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Candipuro. Daerah tersebut sudah dikosongkan sejak erupsi dan awan panas guguran (APG) setahun lalu.

"Sebagian besar warga yang mengungsi karena panik dan masih trauma dengan bencana APG Semeru yang mengakibatkan keluarga mereka meninggal dunia," ujarnya.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X