• Minggu, 29 Januari 2023

UMP Jawa Tengah Terendah se-Indonesia, Pengamat: Bukti Ganjar Selama Ini Tidak Kerja

- Senin, 5 Desember 2022 | 14:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  (Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah )
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah )

Watyutink.com - Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama ini tidak bekerja memajukan daerahnya. Menurut Dedi kinerja Ganjar patut dipertanyakan lantaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah menjadi yang terendah di seluruh Indonesia.

Saat berbicara Senin 5 Desember 2022, Dedi menerangkan berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) UMP Jawa Tengah sebesar RpRp 1.958.670,17 atau naik 7,88 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah ini jauh di bawah UMP DKI Jakarta sebesar Rp4.901.798 atau naik 5,6 persen ketimbang sebelumnya.

Kondis ini menurut Dedi sungguh ironi. Pasalnya Ganjar saat ini tengah gencar 'berkampanye' demi mendapat tiket maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Bagaimana mungkin seorang pemimpin mengabaikan kesejahteraan rakyat bisa menjadi Presiden. Terlebih sebelumnya Dewan Pengupahan Propinsi telah memberikan saran dan pertimbangan untuk penentuan besarnya UMP.

“Ini ironi terbesar bangsa ini, pujian dan promosi Ganjar di Pilpres 2024 sama sekali menciderai kualitas kepemimpinan tokoh lain yang jauh lebih unggul,” kata Dedi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini berpendapat Ganjar terlalu dimanjakan dengan elektabilitas dan popularitas. Kabar tentang elektabilitas yang meroket terus disuarakan berbagai lembaga survei jelang Pilpres 2024.

Hal tersebut menurut Dedi membuat politisi PDIP itu mengabaikan tugas dan kinerjanya. Akibatnya kondisi Jawa Tengah menjadi semakin buruk. Selain UMP terendah, Jawa Tengah juga menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Kondisi ini sangat tidak rasional mengingat Jawa Tengah berada tak jauh dari pusat kekuasaan.

“Kini, kembali terbukti dengan produktifitas pekerjanya yang rupanya justru berupah terendah? Situasi ini jelas menunjukkan Ganjar sama sekali tidak bekerja, ia membiarkan Jateng terbangun dengan sendirinya,” ujar Dedi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengumumkan besara UMP di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 18 Tahun 2022. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengapresiasi penetapan UMP tahun 2023.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X