• Minggu, 29 Januari 2023

Sungguh Ironi, Pemerintah Impor 200 Ribu Ton Beras Saat Petani Panen Raya

- Rabu, 7 Desember 2022 | 17:00 WIB
Pemerintah bakal mengimpor 200 ribu ton beras bulan ini  (setkab.go.id)
Pemerintah bakal mengimpor 200 ribu ton beras bulan ini (setkab.go.id)

Watyutink.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bakal mengimpor beras sebanyak 200 ribu ton pada bulan ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari impor 500 ribu ton yang diizinkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Saat memberikan keterangan Rabu 7 Desember 2022, pria yang biasa disapa Zulhas ini mengatakan izin kepada Perum Bulog untuk melakukan impor 500 ribu ton bisa digunakan kapan saja.

"Saya sudah taken surat perintah dari Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) meminta agar segera diizinkan impor. Maka saya sudah beri izin untuk impor datangkan beras sebanyak 500 ribu ton kapanpun diperlukan," ujar Zulhas.

Namun saat berbicara di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat Rabu, 7 Desember 2022, Zulhas mengaku tidak tahu soal waktu importasi beras. Ketua Umum PAN ini juga tidak tahu harga dan dari negara mana beras itu akan didatangkan.

"Saya enggak tahu yang tau diperlukan Bulog dan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Apa stok Bulognya sudah banyak nanti kita rapatkan lagi. Saya kurang tau dari mana belinya, saya hanya kasih izin saja," tuturnya.

Zulhas menjelaskan sebenarnya Kemendag menolak impor beras. Bahkan dalam 2 kali rapat dengan kementerian dan lembaga terkait, Zulhas menyatakan pihaknya tetap menolak. Pasalnya data dari Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan pemerintah mengalami surplus beras.

Namun lantaran dalam waktu 6 hari Kementan tidak bisa membuktikan ketersediaan beras tersebut. Akhirnya Kemendag memberikan izin impor setelah diadakan Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan pemerintah siap mengimpor 200 ribu ton beras komersial. Arief menyatakan stok beras impor hanya dipergunakan pada kondisi tertentu seperti, penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya.

"Cadangan pangan ini harus ada dan tidak dikeluarkan secara bebas, hanya digunakan untuk beberapa kegiatan Pemerintah," ujar Arief.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan sudah memberikan izin impor beras oleh Perum Bulog (Instagram @zul.hasan)

Saat berbicara di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 6 Desember 2022, Arief memastikan penggunaan beras impor akan diawasi secara ketat. Hal ini untuk memastikan tidak ada yang masuk ke pasar. Meski demikian Arief tidak menyebutkan dari negara mana beras akan diimpor.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X