• Minggu, 29 Januari 2023

Tak Mau Bicara Soal Impor Beras, Mentan Tegaskan Stok Surplus

- Kamis, 8 Desember 2022 | 10:30 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  (Instagram @kementerianpertanian)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Instagram @kementerianpertanian)

Watyutink.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menolak berbicara soal rencana pemerintah melakukan impor beras sebanyak 200 ribu ton pada bulan ini. Syahrul mengatakan pihaknya masih berpegang pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan stok beras nasional masih cukup bahkan berlebi atau surplus.

Saat berbicara usai mengikuti rapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 7 Desember 2022 mengelak saat ditanya soal rencana impor beras. Ia pun menyebut rencana itu tidak disinggung dalam rapat dengan DPR.

"Aku enggak bicara impor. Oleh karena itu, tadi tidak ada yang kita singgung," ujarnya.

Syahrul menjelaskan data BPS menunjukkan Indonesia mengalami surplus beras. Bahkan pada tahun ini jumlahnya lebih besar ketimbang tahun sebelumnya. Syahrul menuturkan data tersebut diperoleh secara digital dari laporan para bupati di seluruh Indonesia.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini  menjelaskan keputusan impor beras bukan disebabkan produktivitas dan stok yang menipis melainkan lebih pertimbangan harga. Syahrul mengatakan pemerintah berupaya agar harga beras tetap terjangkau masyarakat.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bakal mengimpor beras sebanyak 200 ribu ton pada bulan ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari impor 500 ribu ton yang diizinkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Saat memberikan keterangan Rabu 7 Desember 2022, pria yang biasa disapa Zulhas ini mengatakan izin kepada Perum Bulog untuk melakukan impor 500 ribu ton bisa digunakan kapan saja.

"Saya sudah taken surat perintah dari Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) meminta agar segera diizinkan impor. Maka saya sudah beri izin untuk impor datangkan beras sebanyak 500 ribu ton kapanpun diperlukan," ujar Zulhas.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Instagram @zul.hasan)

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X